Kilas Balik, Apa kabar BLBI.. (2)

Berdasarkan buku Memorandum BPK-RI Periode 1998 – 2004, khususnya yang terkait dengan kasus BLBI, Pada Bab III “PELAKSANAAN KEGIATAN PEMERIKSAAN” dimana pada point 1.6.2, yaitu “Pemeriksaan atas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)” BPK RI menyampaikan berdasarkan hasil audit investigasi ditemukan 4 kelompok kelemahan pelaksanaan BLBI, yaitu :

a. Kelemahan sistem pembinaan dan pengawasan bank,

b. Kelemahan Manajemen Penyaluran BLBI,

c. Penyaluran BLBI Berpotensi Menjadi Kerugian Negara,

Dari hasil audi investigasi penyalur BLBI sebesar Rp.144.536,08 milyar, kami menemukan penyimpangan, kelemahan sistem, dan kelalaian yang menimbulkan potensi kerugian negara sebesar Rp.138.442,02 milyar atau 95,78% dari total BLBI yang disalurkan sampai dengan (posisi) tanggal 29 Januari 1999. Penjelasannya adalah sebagai berikut :

c.1. BI telah menyalurkan BLBI sebesar Rp. 144.536,08 milyar (posisi per 29 Januari 1999).
c.2. Jumlah tersebut saat ini menjadi beban Pemerintah dan oleh karenanya, pemerintah setiap tahun harus membayar bunga kepada BI 3% per tahun.
c.3. Sampai dengan saat ini, bank-bank penerima BLBI belum mengembalikan BLBI kepada Pemerintah.
c.4. Apabila BLBI tersebut tidak dialihkan menjadi kewajiban Pemerintah, maka sesuai dengan Pedoman Akuntansi BI, untuk BLBI kepada BBO/BBKU/BDL akan disisihkan sebagai kerugian sebesar 100% dan untuk BLBI kepada BTO sebesar 2-20%.
c.5. BPPN dan Tim Likuidasi Bank-bank Dalam Likuidasi saat ini sedang melakukan upaya pengembalian (recovery) terhadap BLBI yang telah disalurkan kepada bank-bank penerima.
c.6. BLBI kepada BTO telah/akan dikonversi menjadi penyertaan (equite) Pemerintah. Pengembalian BLBI tersebut sangat tergantung dari hasil divestasi yang akan dilakukan.

d. Penyimpangan Dalam Penggunaan BLBI,

Dari total penerimaan BLBI pada 48 bank yang diinvestigasi, yaitu sebesar Rp.144.536,08 milyar, telah ditemukan berbagai pelanggaran dari ketentuan yang berlaku dalam penggunaan BLBI. Penyimpangan yang ditemukan tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam pelbagai jenis penyimpangan jika ditinjau dari tujuan penggunaannya.

Adapun jumlah penyimpangan dalam penggunaan BLBI sejak rekening giro bank di BI bersaldo debet sampai dengan 29 Januari 1999 adalah sebesar Rp. 84.842,16 milyar atau 58,70% dari jumlah BLBI per 29 Januari 1999 sebesar Rp. 144.536,08 milyar. Penyimpangan dalam penggunaan BLBI tersebut meliputi :

d.1. BLBI digunakan untuk membayar/melunasi modal pinjaman/pinjaman subordinasi.
d.2. BLBI digunakan untuk membayar/melunasi kewajiban pembayaran bank umum yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya berdasarkan dokumen yang lazim untuk transaksi sejenis.
d.3. BLBI digunakan untuk membayar kewajiban kepada pihak terkait.

d.4. BLBI digunakan untuk transaksi surat berharga.
d.5. BLBI digunakan untuk membayar/melunasi dana pihak ketiga yang melanggar ketentuan.
d.6. BLBI digunakan untuk membiayai kontrak derivatif baru atau kerugian, karena kontrak derivatif lama yang jatuh tempo/cut loss.
d.7. BLBI digunakan untuk membiayai placement baru di PUAB.
d.8. BLBI digunakan untuk membiayai ekspansi kredit atau merealisasikan kelonggaran tarik dari komitmen yang sudah ada.
d.9. BLBI digunakan untuk membiayai investasi dalam aktiva tetap, pembukaan cabang baru, rekruitmen personil baru, peluncuran produk baru dan penggantian sistem baru.
d.10. BLBI digunakan untuk membiayai over head bank umum.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa di dalam penyaluran BLBI oleh Bank Indonesia dan penggunaan BLBI oleh
bank-bank penerima terdapat penyimpangan yang menimbulkan sangkaan tindak pidana dan atau perbuatan yang merugikan keuangan negara. Oleh karena ada sangkaan tindak pidana, maka BPK-RI juga memberitahukan hasil pemeriksaan BLBI tersebut secara lengkap kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia…

sumber : buku Memorandum BPK-RI Periode 1998 – 2004 (www.bpk.go.id/doc/publikasi/memorandum/)

Lebih Lanjut silahkan unduh Buku Memorandum BPK-RI Periode 1998 – 2004

Kalibata, 13 Juli 2011

Posted on 13 July 2011, in Anggaran, Kasus Korupsi and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: