Catatan: Transfer Pricing – Rekayasa Pajak

1. Modus Rekayasa Pajak  :

  • Adanya keinginan dari WP untuk mengurangi beban kewajiban pajaknya pada negara; –> “Rekayasa” baik secara legal maupun ilegal
  • Modus Rekayasa pajak : Melaporkan pendapatan/penerimaan lebih rendah dari sebenarnya atau Melaporkan beban usaha/produksi lebih tinggi dari sebenarnya –> Sehingga pada akhirnya jumlah beban pajak menjadi lebih rendah dari seharusya
2. Menilai Kewajaran Pajak :

Latar Belakang :

  • Badan-badan usaha yang merupakan group yang secara langsung atau tidak langsung di bawah kepemilikan atau penguasaan pihak yang sama, dengan kata lain mempunyai hubungan istimewa (related parties).
  • Terjadinya transaksi antara/sesama group perusahaan (related parties); penjualan barang-barang, pemberian jasa-jasa, pemberian hak paten dan pengetahuan tertentu, pemberian pinjaman dan lain-lain.
  • Harga yang diperhitungkan pada transaksi antara anggota group tersebut sering kali tidak sama dengan harga yang berlaku di pasaran bebas, atau dengan perkataan lain telah terjadi penentuan harga yang tidak wajar (non arm’s length price).

Dampak dari kondisi ini :

  • Berkurangnya kewajiban pajak perusahaan (penghindaran pajak)
  • Dalam hal perusahaan tambang akan berdampak juga kepada berkurangnya kewajiban perusahaan terhadap PNBP (royalti/DHPB)

Catatan Penting : Untuk mencegah terjadinya penghindaran pajak antara lain melalui penentuan harga yang tidak wajar, dalam perundang-undangan perpajakan telah terdapat ketentuan-ketentuan yang pada dasarnya memberikan wewenang kepada aparat pajak untuk melakukan koreksi terhadap transaksi yang tidak wajar dengan pihak lain yang mempunyai hubungan istimewa (UU PPh, UU PPN).

3. Pemeriksaan kewajaran Pajak

Oleh karena itu dalam pemeriksaan pajak untuk menghitung berapa sebenarnya pajak terhutang atas transaksi-transaksi yang dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (related parties) terutama antara Wajib Pajak Dalam Negeri (Indonesia) dengan Wajib Pajak (pihak) yang berkedudukan di Tax heaven Countries (Negara yang memungut pajak lebih rendah dari Indonesia), Pemeriksa perlu menentukan harga yang wajar (arm’s length price) atas transaksi-transaksi yang dapat dikelompokkan sebagai berikut :
  • Penentuan harga barang;
  • Penentuan imbalan atas jasa, imbalan karena penggunaan harta atau hak;
  • Perhitungan pembebanan biaya tidak langsung yang dialokasikan dari kantor pusatnya, seperti biaya pengawasan, administrasi/sekretariat,  perencanaan dan sebagainya;
  • Penentuan besarnya bunga pinjaman.
Menetukan kewajaran harga :
Penentuan harga pasar wajar dalam hubungan istimewa, dilakukan dengan menguji angka-angka dalam SPP (surat setoran pajak) melalui suatu pendekatan perhitungan tertentu mengenai penghasilan dan biaya. Metode tersebut termasuk metode tidak langsung, yang antara lain dikenal beberapa metode seperti berikut ini  :
  • Metode harga pasar sebanding (Comparable uncontrolled price method);
  • Metode harga jual minus (Sales minus/Resale price method);
  • Metode harga pokok plus (Cost plus method);
  • Metode lainnya yang dapat diterima.
Sebagai gambaran umum perihal performa perpajakan indonesia, silahkan unduh presentasinya: Diskusi Pajak_1Feb11_icw
Kalibata, 25 Juli 2011

Posted on 25 July 2011, in Anggaran, Pajak, Unduh. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: