FUAD RAHMANY, DIREKTUR JENDERAL PAJAK Kontraktor Migas Sudah Dapat Banyak

Audit BPKP dan BPK menemukan banyak kekurangan bayar pajak migas. Temuan ini merupakan peluang bagi pemerintah menyelesaikan persoalan pajak dan kotrak migas. Koran Tempo menyajikan kekisruhan pajak migas dalam tiga tulisan berseri, yang berakhir hari ini.

Bagaimana sejarah kontrak migas?
Kontrak kerja sama migas pembuat materinya adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta dijalankan oleh BP Migas. Kontrak ini ada yang sudah berumur 25-30 tahun. Kontrak yang bermasalah adalah kontrak yang diteken sebelum 2004.
Awalnya, kontrak sifatnya bagi hasil. Jadi, namanya waktu itu penerimaan migas dan bukan penerimaan pajak. Bagi hasilnya ditetapkan berdasarkan gentlemen agreement 85 : 15. Dalam 85 persen bagian pemerintah, menurut Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), sudah termasuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Tapi karena PBNP dianggap bukan pajak, di negara asalnya, kontraktor dikenai pajak lagi. Karena itu, mereka kemudian meminta ada kata-kata pajak penghasilan migas di dalam 85 persen hak pemerintah.
Dari situlah muncul istilah pajak penghasilan migas, yang dikurangi dari PNBP. Sehingga, kemudian, di dalam 85 persen bagian pemerintah terdapat PNBP dan PPh Migas.

Jadi, bagi hasil 85 : 15 tidak ditegaskan dalam kontrak?
Negosiasi kan punya dunia sendiri. Dan ternyata ada dua aturan pajak, yakni kontrak dan tax treaty. Kontraktor melihat ada lubang di sini, tapi kami juga keras, kami bilang tidak bisa dong, kami kan maunya 85 : 15. Terus mereka bilang 85 : 15 itu kan tak ada di kontrak. Kenapa tidak ada? Ya, itu juga saya tidak tahu sejarahnya.

Aturan tax treaty juga tidak ada di kontrak?
Tax treaty itu tidak bersamaan dengan kontrak. Dia berjalan sendiri, adanya di Direktorat Jenderal Pajak. Kami ada tax treaty dengan 60-an negara. Tax treaty sifatnya umum, tidak hanya dengan migas.

Tapi, BPKP menemukan 13 KKKS kurang bayar pajak akibat menggunakan tarif tax treaty?
(Tunggakan pajak) Rp 1,58 triliun itu pada tahun pajak berbeda-beda, dari tahun pemeriksaan 2010. Tapi itu untuk KKKS yang dulu. Sedangkan untuk KKKS tahun 2004 ke atas sudah tak ada lagi perselisihan. Dalam aturan tax treaty belakangan juga kami bilang bahwa tax treaty tidak termasuk migas. Jadi kita semakin pintar, kan.

Lagi pula, masalah pajak ini sebenarnya masuk pending matters terus sejak 1991. Ditjen Pajak dulu tak bisa ikut campur, karena waktu itu urusannya Ditjen Lembaga Keuangan. Di sana dispute terus dan makin lama makin menumpuk.

Sekarang Ditjen Pajak sudah ikut memeriksa. Waktu bikin PP 79 tahun 2010 disebutkan Ditjen Pajak bisa ikut memeriksa. Bahkan BPKP juga bisa ikut. Sekarang kami mau bikin KPP khusus untuk migas.

Kontrak lama bisa dinegosiasi ulang?
Kami rencananya memang mau renegosiasi kontrak-kontrak yang puluhan tahun itu. Ini sebenarnya tak bisa kita bilang ada salah, ada benar. Tapi yang penting sekarang, tax treaty dikeluarkan dari migas.
Menteri Keuangan sudah menegaskan tak bisa dong (dapat tax treaty), mereka kan sudah dapat banyak juga dari 15 persen, belum lagi dari cost recovery. Mereka memang bukan mengemplang pajak, karena ada tagihan kok, masih dispute. Persisnya adalah kurang bayar.

Regulasi yang ketat akan membuat investor migas hengkang?
Kami tak perlu khawatir asing akan pergi, tak mau investasi lagi karena ada aturan-aturan baru seperti di PP 79 tahun 2010 itu. Tidak usah khawatir. Memangnya minyak ada di mana lagi. Kan tidak ada di semua tempat. Indonesia masih ada dan banyak minyaknya.

Jadi pajak migas tetap ditagih?
Pokoknya kami mengambil posisi tetap menagih. Sekarang kami meneliti dulu. Dalam sebulan inilah surat ketetapan pajak keluar. Mereka pasti ke pengadilan, tidak apa-apa. Kan kita sekarang tidak mengakui tax treaty.

Sumber: Koran Tempo, Rabu 3 Agustus 2011

Posted on 3 August 2011, in Anggaran, Migas, Pajak. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: